Welcome to The Page of Fun!

me, mine, and mind...

Agustus 07, 2016

First Trip to Alusi Tao Toba's Library

Aloha guys. Long time no see. So this is my first post in 2016. So much things had happened in this half year. But this time I'm not going to write a story about it one by one , because I already did  in my another blog. And I wrote about my journey to Alusi Tao Toba there as well. Then, why would I write another post with same title in different blog? Because the content is gonna be different too. Hahaha. In this post I want to focus on my inner experience with my friends, the journey, not the destination. So here is the flashback.
As u know, at the beginning of June, I and my other 4 friends from AIESEC USU ; kak jo, bang jok, bang bef, and kak brigit, went to Samosir to pick up our EPs. I and kak jo start the day with cooking for our meals. We cooked sambal teri. We did it because we were lack of money :'( Jadi dipala-palain lah menekan pengeluaran ya salah satunya dengan bawa bontot. Kami bahkan udah siapin juga beras, mie, dan sereal, supaya kami gausah beli makan di jalan. Sedih banget kan. Kami masaknya itu di rumah kak brigit, dan kami belanja bahan-bahannya di pajak samping kerfur, terus semua pengeluarannya kami bagi tiga.

Nah lanjut, sekitar jam 11an kami berangkat ke amplas diantar oleh kawan kak brigit. Sampai disana kami ketemu sama bang bef dan bang jok. Kami langsung naik bus Sutra dengan ongkos 40rb. And our journey began. Kami pun beraksi dengan memakan bontot kami. Yang agak bikin kesel yakni ketika the guys minta lauk kami padahal udah dari kemarin kami ajakin patungan masak tapi mereka gamau. Ya karena kawan yaudahlah dikasih aja sebatasnya hahaha. Ga ketinggalan juga sensasi panas-panasan di dalam sutra hahaha.

Setelah 6 jam, kami sampai juga di pelabuhan Aji Bata. Saat itu udah sekitar jam 5.30 sore. Untung masih ada kapal terakhir. Kami langsung naik kapal. Saat itu kapal kami sepi penumpang dan kelamaan ngetem. Setelah hampir setengah jam berangkat juga kapal kami. We did enjoy our trip.

As we can guess, ketika sampai di pelabuhan (i forgot the name) matahari udah terbenam and it was quite dark. Disini kami mulai menemukan kesulitan. Kami rencana awalnya mau naik angkot sampai ke Lotung (lokasi perpustakaan). Tapi karena udah malam ya udah ga ada lagi angkot yang lewat. Akhirnya kami disamperin sekelompok tukang ojek yang rada nyebelin. Nyebelin kenapa? Karena mereka berusaha ambil kesempatan di tengah kesempitan banget. Karena mereka sadar ga ada transportasi lain kesana selain ojek mereka, mereka matok harga yang tinggi banget. 50rb sekali jalan cuyyyy. Gila ga. Kalo mau sewa motornya sekitar 150rb/200rb gitu aku lupa. Ya kali kami bawa motor sendiri malam-malam di dalam hutan gelap-gelapan tanpa tahu lokasinya sendiri. Biaya segitu bener-bener ga masuk akal banget dan kami tentu aja menolak. Sempat kepikiran untuk jalan kaki, but it was 10km away. Jauh ke pedalaman, minim pencahayaan, hmmm. Not a good alternative at all. Para tukang ojek pun dengan sabar nungguin kami karena mungkin mereka yakin kami ujung-ujungnya bakal gunain jasa mereka. But Thank God. Kak jojo akhirnya teringat ada sodaranya di Tomok yang kebetulan punya mobil pick up. Of course we called them right at the moment! And once again Thank God karena Pak Uda itu available and so does his car. Jadi kami kegirangan dalam hati, akhirnya kami bisa pergi juga :') Kelihatan para tukang ojek sedikit kecewa, tapi mereka tetep pasang muka happy, yah tipikal masyarakat desa banget, hangat and welcome meskipun kita ga jadi pake jasa mereka wkwkkw. Mereka nemani kami nunggu sampe Pak Uda kak jo datang. Mereka mulai ajak ngobrol dengan pertanyaan soal marga dan untungnya kak jo kampungnya emang disitu jadi mereka sempat berkombur ngomongin sodara-sodara kak jo disana hahaha. Pokoknya kak jo bener-bener jadi guide and guardian kami saat itu. Setelah nunggu cukup lama, akhirnya mobilnya datang. And it's a pick up car! Woohoooo!. We were super duper excited because it was going to be our first time hitchiking on a pick up car!

Akhirnya kami berempat naik ke bak mobilnya, sementara kak jo di depan nemani pak udanya. And I'm telling u this : It was one of the best experience I have ever felt. To feel the fresh cold air, to see the breathtaking sceneries of a sky full of stars, to see the calm surface of Danau Toba that reflect the lights from some buildings at the shore, to watch the canopies of the trees fades away as you keep moving forward, to enjoy it all in a total darkness, to share that moment with your friends. I did really enjoy the ride. And I thank God for its every second.

Perjalanan 10km melalui jalan tanah pun jadi ga terasa. I really wish i could capture that moment but i'm not able though hahaha. It was fun lah while enjoying it we talk about many things. Akhirnya setelah ngehubungi the EPs kami sampe juga di lokasi. Kami awalnya sempat kelewatan karena perpusnya engga di pinggir jalan, tapi sedikit masuk ke dalam. And once again, it was a total darkness. Rumah-rumah disana itu berjauhan jaraknya, dan lampunya pun cuma cukup menyinari sekitar rumah, not more. Kami pertama diajak ke dapur yang letaknya berbeda dari perpus maupun PAUD yang jadi penampungan sementara kami. Kami harus pake senter untuk sampe kesana. Sesaat aku berpikir, oh mungkin seperti ini kali ya yang dirasakan tom sawyer di buku karangan mark twain, akhirnya aku bisa ngerti juga setelah sebelumnya aku ga yakin akan kondisi gelap gulita karena aku ga pernah ngerasain sebelumnya. Ga heran sih, di kondisi seperti itu kalau ada orang sembunyi jarak 5 meter dari kita pasti ga bakal ketahuan hahaha.

Sampai di dapur kami ketemu sama 2 orang kakak yang selama ini udah bantuin the EPs. Kami ditawari makan nasi tapi aku menolak karena aku udah makan di kapal tadi. Jadi aku cuma makan ubi rebus yang dihidangkan dengan kelapa parut. It was so yummy!

Selesai makan kami lanjut tidur di PAUD. Thanks God rumah PAUDnya udah cukup modern, at least ada listrik dan kamar mandi dalam hahahaha.

Besok paginya kami sempatin ketemu Opung Marina selaku pemilik sopo yang dijadikan perpus. Rumahnya di dpn perpus. He was such a nice guy. After that kami lanjut ke danau and we had fun! Kami berburu kerang2 kecil. Hasilnya lumayan banyak dan bisa kami masak. Woohoo.

Siang menjelang sore, anak-anak udah pada balik dari sekolah, dan mereka ngumpul di perpus. Kami bikin kegiatan perpisahan sebentar. Ga ketinggalan ada Opung Marina juga. Pokoknya it was really memorable lah. Terus kami pulang pake angkot carter yang dicarikan pak uda kak jo. Ber 9 dempet2an di angkot dengan tas kami yang ga kalah gede.

Kami nginap di salah satu hotel baru di dekat tomok. Kami pesan 2 kamar aja hahaha. Selesai mandi kami pergi ke rumah pak uda kak jo yang ga jauh dari situ, Kami bawa semua perbekalan bahan mentah kami dan kami masak disana. Lagi2 menghemat biaya :') And thanks to kak jo's Uda's family because they were nice too. Had let us cook in their simple kitchen. Dari situ aku belajar, kalo mau berbagi itu ga harus nunggu kita punya lebih dulu. Berbagi di tengah2 keterbatasan justru lebih terasa esensinya.

Setelah itu kami pulang, and the rest of the journey were, basic. Ya you know, ngunjungi pasar tomok, beli oleh2, tourist activities banget hehe.

Itulah inti dari pengalamanku waktu itu. Why i wrote the title First Trip? Because i'm sure, there will be another trip there, because seems like AIESEC USU will make partnership with ATT. Cool. Cant wait for another brand new experience hohohoho.











Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.