Selamat ulang tahun Indonesia! :D Semoga negaraku ini bisa membenahi diri supaya bisa makin baik, makin maju, dan semakin mensejahterakan bangsanya, haha :D
17 Agustus hari kemerdekaan Indonesia. Harusnya dirayakan dengan baik. Salah satunya dengan masang bendera merah putih di depan rumah dan upacara di sekolah dan kantor-kantor. Tapi menurut aku orang-orang zaman sekarang malas banget ngerayain 17 Agustus. Contohnya kaya anak sekolah yang lasak banget pas upacara, gak pernah khusyuk. Dan contoh satu lagi yaitu semakin sedikitnya orang yang pasang bendera merah putih di depan rumah. Dan nyokap aku termasuk. Padahal tahun-tahun sebelumnya nyokap selalu masang bendera merah putih di depan rumah menjelang 17 Agustus, tapi gatau kenapa tahun ini malah lupa, mungkin karena berkurangnya euforia yang dirasakan #tsah.
Bicarain 17 Agustus pasti identik dengan lomba RT, kaya panjat pinang, makan kerupuk, balap karung dan sebagainya. Aku masih ingat banget zaman aku masih SD, RT aku gencar banget ngadain lomba. Waktu aku TK dan beberapa tahun berikutnya aku selalu ikut lomba mewarnai dan selalu dapat juara 2, yang juara 1 selalu anak pak RT. Pernah sekali waktu menang lomba dapat hadiah piala dan piala itu masih dipajang disamping tipi dengan kepalanya yang udah hilang -,- Ternyata itu piala hadiah lomba tahun 2002. Aku juga ingat waktu kelas 3 SD aku sama tetanggaku yang lain bikin dance :p Saat itu aku yang paling muda dan yang jadi pemimpinnya namanya kak Ica yang beda 6 tahun dengan aku. 2 tahun berturut-turut kami tampil pas 17-an. Waktu aku kelas 4 kami tampil di perayaan 17-an tingkat RW. Wkwkwk, saat itu aku udah bangga banget, hahahaha. Dulu abang aku juga sering ikutan lomba panjat pinang, pernah juga dia bareng temannya minta sumbangan di pinggir jalan dan uangnya dipake buat beli es serut -,- Pokoknya keluarga kami termasuk keluarga yang sering ikut berpartisipasi pada saat itu. Tapi 2 tahun belakangan ini RT tempat tinggal aku kurang ngerayain 17-an dengan meriah. Mungkin karena bertepatan dengan bulan puasa. Dan tahun ini malah kosong sama sekali, engga ada kegiatan apa-apa. Sedih sih, tradisi yang harusnya tetap dilestarikan ini malah perlahan-lahan hilang :(
Lain lagi dengan sekolahku. Tahun ini acungin jempol buat seksi olahraga yang kreatif, yang udah buat lomba-lomba tradisional. Tadi pagi seusai upacara langsung diadain lomba-lomba. Ada lomba balap karung, makan kerupuk, tarik tambang, masukin paku ke botol, oper kelereng, dan tangkap belut. Harusnya aku ikut tarik tambang tapi karena waktunya tidak mencukupi jadinya lomba tarik tambang putri kelas 9 gak jadi deh. Diundur hingga waktu yang ditentukan, tapi entah kapan.
Tapi dibalik itu semua, ada kejadian yang sangat tidak aku sangka-sangka dan akan aku ingat terus(setidaknya dalam beberapa bulan ke depan). Guess what? Aku ketemu seseorang yang udah lama gak ketemu. Dia adalah, brokoli, mantan siswa sekolahku yang sekarang udah SMA dan masuk kelas aksel -baca postingan sebelumnya biar tau siapa itu brokoli. Aku benar-benar ga nyangka! Kayanya aku nulis ini biasa aja, tapi sebenarnya aku senangnya sangat senang. Awalnya di sekolah, aku lagi ngeliatin orang lomba tangkap belut. Tiba-tiba temanku, Sheren datang tergesa-gesa. Lalu dia bilang, "Ada ***** loh!" Aku terkejut. Dia bilang brokoli ada di pos satpam. Aku sama dia langsung lari-lari. Ternyata benar! Brokoli lagi duduk di pos satpam dengan seragam SMAnya lagi liat-liat ke arah lapangan. Aku balek lagi nyari Ara. Lalu kami pun pergi ke pintu gerbang. Awalnya aku gak mau, tapi setelah dipaksa akhirnya aku ikut juga. Dari balik pintu gerbang Ara manggil-manggil. Lalu mereka ngobrol sebentar. Aku gugup banget, jadi aku sembunyi dibalik tiang biar ga keliatan wajahku sama dia. Karena dia selalu menjawab pertanyaan Ara dengan singkat, Ara jadi gatau lagi mau bicarain apa, dan kami pun berlalu. Aku sama Sheren duduk di pinggir lapangan voli yang memang dekat dengan pos satpam, jadi kami bisa leluasa merhatiin dia. Ketemu juga sama Vania dan Yensita. Awalnya aku minta tolong Sheren fotoin dia secara candid. Sheren udah berusaha, tapi ga disangka si brokoli sadar lalu bicara dengan teman sebelahnya sambil nunjuk ke arah Sheren. Hahaha, kayanya si brokoli ge-er ngira Sheren suka dia. Kasihan Sheren jadi korban gara-gara aku. Sorry ya Sheren O:) Aku sangat berterimakasih padamu karena telah memberi tahu keberadaan brokoli kepadaku dan juga karena telah berusah mengambil foto brokoli meskipun hasil fotonya ga bagus-bagus banget dan kau malah disangka suka sama dia. Thank you so much Sheren :D Dan sebenarnya aku juga sempat minta bala bantuan sama Yensita suapaya fotoin brokoli juga, tapi hasil akhir fotonya tetap kurang bagus karen posisi kami yang ga dekat-dekat kali dengan pos satpam. Tapi bagaimanapun aku tetap menghargai upaya kalian. Thank you friends :D
Begitulah betapa senangnya aku hari ini karena bisa melihat wajah brokoli lagi setelah 3 bulan ga ketemu. Jadi pengen cepat-cepat SMA supaya bisa ketemu dia. Tapi sebelumnya aku harus melalui masa-masa kelas 9 dengan berat, belajar super giat biar nilai raporku bisa bagus, terutama matematika, dan nilai UN bisa memuaskan, semuanya demi masuk SMAN 8 Pekanbaru dan demi bertemu brokoli. Wish me luck. Satu lagi, sekarang aku lagi nabung untuk retret bulan Februari nanti. Doakan supaya uangnya bisa terkumpul dan semoga orang tua ngizinin. Dan sekarang aku juga lagi dalam program meninggikan badan yang aku bikin sendiri. Doain aku supaya bisa tambah tinggi, amin.
Selamat ulang tahun Indonesiaku, semakin jayalah engkau :))