Welcome to The Page of Fun!

me, mine, and mind...

Desember 25, 2011

Merry Christmas!!!


Merry Christmas, all! Hope you all have a wonderful, joyful, and blessed christmas :D
That's all what I could say.
Ada beberapa kisah menyenangkan menjelang hari natal. Salah satunya adalah penampilan aku dan kawan-kawan di gereja HKBP Sukajadi pada tanggal 15 desember :D Hari itu ada perayaan natal naposo situmorang. Elis ditawari ngisi acara, lalu dia ngajak band kami~Prelude buat tampil, tapi 2 anggota kami engga bisa ikut, jadinya kami ajak orang lain deh. Aku, Elis, dan Windy akhirnya mengajak Abraham sebagai drummer, Rico sebagai gitaris, dan Bella sebagai vokalisnya. Kami cuma latihan 2 hari~tgl 14 dan 15. Banyak kisah yg gak terlupakan selama 2 hari ini.
Hari pertama kami ke studio cuma ber-empat ; aku, elis, windy, dan abraham. Kami jalan kaki dari sekolah ke studio Gibraltar di jl.Thamrin, dekat SMK labor. Kami sempat kelaparan di jalan karena belum makan. Yang lebih gak enaknya waktu kami sampe di studio ternyata belum buka. Jadinya kami jalan lagi nyari makanan #bahasanyaaa. Kami sempat sksd bentar sama bapak tukang jual pisang molen, nanya-nanya tentang tempat jual makanan (atau lebih tepatnya ampera). Bapak itu kasih tunjuk jalan, kami ikutin. Tapi setelah bermeter-meter berjalan, tempat yang bapak itu maksud gak ketemu juga. Tapi kami berhasil ketemu warung yang menjual beragam jenis makanan ringan. Kami memuaskan hasrat kelaparan kami dengan banyak membeli roti bobo, apolo, biskuit better, dsb. Kemudian kami kembali lagi ke studio. Setelah Abram telpon abang pemilik studionya, gak berapa lama kemudian datanglah abang tersebut dan studionya pun dibuka. Kami latihan 3 jam, tanpa vokalis.
Besoknya kami sudah merekrut Bella dan Rico. Pulang sekolah kami langsung pergi. Ada sedikit peristiwa mengkhawatirkan sebelumnya. Jempol kaki kanan Abram luka saat main bola di sekolah. Kami khawatir dia engga bisa main drum. Tapi setelah sedikit paksaan dari Elis dan Rico (kayaknya), akhirnya Abram mau ikut tampil. Lalu berangkatlah kami ke studio. Kami naik angkot karena Abraham sulit berjalan. Kami latihan 2 jam studio. Kalo ditotal kami udah latian 5 jam, tapi kami masih kurang maksimal mainnya. Dan kami pun pasrah...
Malamnya kami ngumpul di gereja. Ada sedikit kekeliruan informasi. Elis diinformasikan dari panitianya bahwa kami tampil setelah kata sambutan. 'Kata sambutan', sudah pasti kami mikirnya di awal acara. Maka kami datang cepet banget. Di undangan tertera acara dimulai pukul 7. Setengah 7 kami semua udah pada ngumpul. Kami sempat panik juga, karena malam itu hujan, deras banget, Bella sama Rico lama banget datangnya. Tapi akhirnya mereka datang juga. Bella basah kuyup sehabis menerjang hujan dengam mengendarai sepeda motor #girlpower. Tapi ternyata saat kami semua udah pada ngumpul, gerejanya masih sepi. Cuma beberapa pemain musik dan penerima tamu. Mulainya juga ngaret 1 jam lebih. Sadis. Tragedi lainnya, ternyata gitar yang disediakan cuma satu, padahal gitarisnya 2. Terpaksalah Rico ngambil gitar ke rumahnya. Dan yang lebih parah lagi, ternyata, 'kata sambutan' itu setelah acara ibadah selesai. Whattt? Ya, kami sangat terkejut dengan hal tersebut. Tapi mau gimana lagi. Dan kami pun mengikuti jalannya ibadah dengan gelisah. Bukan gelisah karena apa-apa, tapi karena memang kami gak tau tempat, di gereja pun masih cerita-cerita. Bella malah sempat kena tegur sama inang-inang di belakangnya karena berisik banget. Hahaha :D
Akhirnya kami tampil setelah acara kata sambutan selesai, udah rada bete nih. Udah setengah sepuluh lewat. Dan, ternyata ke-tidakberuntung-an tidak berhenti. Saat tampil, mic Bella mati. Oh My God. Jadilah kami para pemain musik bermain acak adut, gak tau bagian-bagiannya. Pas giliran aku main melodi aku juga ngeblank. Akhirnya aku cuma main akor. Yak, begitulah penampilan kami. Kami bukan sombong ya, tapi saat kami check sound sebelum acara dimulai, penampilan kami bagus. Bagus banget. Kami malah sempat 'digadang-gadang' oleh bapak-bapak yang melihat kami check sound, yang kamu juga ga tahu siapa. Tapi mau gimana lagi. Itulah penampilan kami. Penampilan yang sangat tidak maksimal. Tapi setidaknya kamu udah berusaha keras dan punya niat yang baik :)
Menurut aku itulah kisah menjelang natal yang paling mengharukan, menyenangkan, unforgettable :)

Dan, besok, aku bakal berangkat ke ibukota provinsi tetangga. Yaa, liburan, tapi kurang asik karena kakak dan abang aku gak ikut, karena kerja -.- Semoga saja liburan besok akan menyenangkan, tidak mengecewakan, amin.

Merry Christmas! Joyeux Noel! Selamat Natal! :D
God Bless Us <3


Desember 12, 2011

Enchanted

There I was again tonight, forcing laughter, faking smiles
Same old, tired place lonely place
Walls of insincerity, shifting eyes and vacancy
Vanished when I saw your face

All I can say is it was enchanting to meet you

Your eyes whispered, "Have we met?" across the room, your silhouette
Starts to make its way to me
The playful conversation starts, counter all your quick remarks
Like passing notes in secrecy

And it was enchanting to meet you
All I can say is I was enchanted to meet you

This night is sparkling, don't you let it go
I'm wonder-struck, blushing all the way home
I'll spend forever wondering if you knew
I was enchanted to meet you

The lingering question kept me up, 2 a.m., who do you love?
I wonder 'til I'm wide awake
Now I'm pacing back and forth, wishing you were at my door
I'd open up and you would say

It was enchanting to meet you
All I know is I was enchanted to meet you

This night is sparkling, don't you let it go
I'm wonder-struck, blushing all the way home
I'll spend forever wondering if you knew

This night is flawless, don't you let it go
I'm wonder-struck, dancing around all alone
I'll spend forever wondering if you knew
I was enchanted to meet you

This is me praying that

This was the very first page, not where the storyline ends
My thoughts will echo your name until I see you again
These are the words I held back as I was leaving too soon
I was enchanted to meet you

Please don't be in love with someone else
Please don't have somebody waiting on you
Please don't be in love with someone else
Please don't have somebody waiting on you

This night is sparkling, don't you let it go
I'm wonder-struck, blushing all the way home
I'll spend forever wondering if you knew

This night is flawless, don't you let it go
I'm wonder-struck, dancing around all alone
I'll spend forever wondering if you knew
I was enchanted to meet you

Please don't be in love with someone else
Please don't have somebody waiting on you

Desember 10, 2011

It's DECEMBER!

Halo :D Setelah 8 hari bertarung dengan soal ujian, akhirnya perjuangan selesai juga :D Sekarang waktunya santai-santai dan bersiap menyambut natal :D yeay, christmas is coming.

Ya, tinggal menghitung hari menyambut datangnya natal. Aroma natal udah terasa dari kemarin-kemarin. Dan aku jadi ikutan nyebarin aroma natal melalui twitter, tumblr, dan rencananya lewat blog ini juga. Aku bakalan ubah background, masang track natal, pokoknya semuanya tema natal lah. Can't wait!

Aku tadi jumpa tumblr seseorang yang penuh dengan foto-foto bertema natal. Liat aja langsung di webnya, keren loh.

http://holiday-whore.tumblr.com/

Segitu aja dulu yah, abis gak tau mau nulis apalagi. Intinya aku senang karena natal sebentar lagi, aroma natal udah sangat terasa. Happy Advent, all. Hoho

November 28, 2011

Ponds Make It Happen

Ponds Make It Happen

vote ya :D

November 26, 2011

Almost December

Setelah berminggu-minggu engga nge-post (yang beberapa hari kemarin itu ga dianggap), hari ini aku bakalan nge-post tentang keseluruhan bulan november ini. Ada beberapa peristiwa penting di bulan november ini yang belum sempat aku post. Jadi kali ini akan dibahas semuanya.

Awal bulan november, tepatnya tanggal satu adalah hari biasa. Tapi yang luar biasanya adalah aku senang banget hari itu. Prelude band akhirnya terbentuk. Dan aku juga udah nge-post di hari itu.

Sehari sesudah Prelude terbentuk, kami ngeliat poster tentang kegiatan di SMA Santa Maria ~ smayava 2011. Di smayava ini ada berbagai macam perlombaan salah satunya festival band. Kami yang nekat ini akhirnya ngedaftar juga. Ga nanggung-nanggung, biaya pendaftarannya 250 ribu per tim! Gileee. Akhirnya aku ikhlasin juga 50 ribu melayang cuma untuk biaya pendaftaran -__- Festival bandnya sendiri diadain tanggal 12 november.

Perjalanan menanti festival band inilah yang menurutku paling seru selama november ini. Awalnya aku sama Windy daftar sama kakak-kakak di SMA, memang uangnya belum dikasih, tapi kakak itu sendiri yang bilang kalo boleh bawa uangnya pas technical meeting. Kakak itu bilang technical meetingnya diadain tanggal 5, tapi ternyata di hari itu yang ada technical meeting untuk lomba dance. Haish, dikerjain deh sama kakak kelas sotoy -,,- Mulai saat itu juga aku sama Windy mulai sering ke SMA pas pulang sekolah buat nanya info yang benar tentang jadwal technical meeting yang benar. Beberapa kali kami ke sana, sering juga ga ketemu sama guru musik -panitia festival band. Sekali ketemu bapak itu -si guru musik, jawabnya sok buru-buru. Kami juga bingung sama info yang dikasih, abisnya beda-beda sih tanggalnya. Tapi akhirnya semuanya jadi jelas. Saat itu aku ngeliat pengumuman kalo pendaftaran festival band masih dibuka sampai tanggal 9 november. Karena kami merasa engga yakin ketika kami mendaftar sama kakak kelas sotoy di SMA saat itu, akhirnya kami mutusin buat daftar lagi. Tanggal 9 november saat itu hari rabu, pulang les aku latihan tari bareng kelompok aku sementara Windy latihan musikalisasi puisi bareng kelompoknya. Saat aku udah selesai latihan, ternyata aku belum dijemput, jadi aku pergi ke ruang musik buat ngeliatin kelompok Windy latihan. Saat itulah aku berunding sama Windy tentang pendaftarannya. Kami mutusin untuk daftar lagi, tapi masalahnya kami engga bawa uang sebanyak itu. Setelah ngider-ngider keliling ruang musik minjam uang sama anggota kelompoknya Windy, akhirnya terkumpul juga uangnya. Aku disuruh Windy pergi ke SMA sendirian -.- Ya akhirnya aku pergi juga ke SMA, sendirian. Di SMA akhirnya ketemu juga sama guru seksi pendaftarannya. Ternyata emang bener band kami belum terdaftar -anyir banget tuh kakak kelas sotoy- . Setelah ngisi formulir dan menyerahkan uang pendaftarannya, aku dapat kuitansinya. Yeay. Senang banget, berarti band kami udah resmi terdaftar. Wakakak :) Dan akhirnya baru dapat kepastian juga, kalo technical meetingnya itu hari kamis tanggal 10 november. Rrrrrrr #kenapanih?

Besoknya tanggal 10 november, jam 11, aku, Rika, dan anggota Prelude lainnya pergi ke SMA. Rika bukan anggota Prelude, tapi dengan santainya dia jalan di samping aku waktu minta izin sama mr.Ginting, our favorite p.e teacher :p Gak belajar olahraga. Hihi. Sampai di SMA sempat agak bingung karena gatau dimana tempat technical meetingnya. Tapi akhirnya ketemu juga. Tempatnya di ruang audiovisual. Ada kejadian lucu juga. Kami ngambil posisi duduk di barisan paling belakang. Ga berapa lama, ada satu orang perwakilan dari band lainnya yang telat datang dan dia ngambil posisi duduk di samping aku. Waktu itu aku gatau siapa abang itu. Tapi waktu di absen, dia angkat tangan ketika nama *tiiiiit* band disebut, yak, bandnya si bassist yang aku suka itu. Dan waktu aku tanya Rika, ternyata abang itu adalah gitaris band tersebut. Sempat menghayal juga, kenapa perwakilan dari band *tiiiit* bukan bassistnya aja ya #gubrak. Apalagi aku sempat ngobrol dikit (ga ngobrol juga sih, cuma nanya doang) sama abang gitaris itu. Aku nanya kapan lombanya diadain, dan aku juga sempat minta kertas sama dia. Wakakak, coba aja si bassist yang duduk di samping aku. Nge-fly deh.

Jumat, 11 november, kami pergi ke studio buat latihan. Perjalanan hari itu cukup panjang juga. Kami sempat bingung mau ke studio mana. Tanya teman-teman yang lain tapi infonya pada kurang akurat. Dan kami memilih untuk memikirkannya nanti. Pulang sekolah kami ganti baju dulu, karena sesuai rencana awal kami mau foto dulu, karena menurut penjelasan saat technical meeting, tiap band harus memberi foto bersama. Awalnya kami mau ambil tempat di dekat kantin #gubrak. Tapi akhirnya kami pergi ke rumah Maria -vokalis prelude. Di rumah Maria kami numpang ngisi perut, abis itu barulah foto-foto (capek-capek mikir spot yang bagus, buntutnya di rumah-rumah juga). Tapi milih rumah Maria sebagai lokasi berfoto tidaklah buruk. Bagus malah. Setelah itu Maria nelpon kenalannya buat nanya studio yang bagus. Dan kenalannya merekomendasikan Rhythm King. Lalu kami nelpon ke Rhythm King buat reservasi. Kami mesan untuk jam setengah 2 sampai jam 4. Sebelum kami pergi ke studio, kami pergi ke tempat nyuci foto dulu, lokasinya di jalan T.Tambusai. Kami nyetak 4 foto. Waktu itu kami sempat main tebak-tebakan, kira-kira berapa harga 1 foto ukuran 3R. Windy bilang 10 ribu, menurut aku kemahalan, tapi aku juga gatau berapa kisaran harganya. Waktu fotonya udah jadi dan saat akan bayar, kami terkejut. Harga untuk 4 foto adalah 4 ribu. What? Jadi cuma seribu satu foto? Sama sekali ga nyangka. Tau gitu cetak aja banyak-banyak -,,- Sehabis nyuci foto kami pergi ke SMA buat ngasih fotonya, karena saat technical meeting dikatakan paling lambat diserahkan fotonya hari jumat. Asik juga sih jalan-jalan bolak-balek nangka-gobah. Sehabis dari SMA barulah ngebut ke Rhythm King yang lokasinya di jalan Duyung. Sempat bingung celingak-celinguk nyariin studionya, tapi akhirnya ketemu juga. Saat itu udah jam 2 kurang 15. Yah, rugi deh. Karena pas reservasi udah disepakati bayarnya untuk 2 setengah jam, mulai dari jam setengah 2. Rugi. Dan kami pun memulai aksi kami. Bener-bener ga jelas selama di studio. Lebih banyak main-mainnya dari pada seriusnya. Mulai dari Maria sama Audrey yang pergi beli jajan dan aku mulai memukul-mukul drum engga jelas *hasrat pengen jadi drummer. Elis juga gamau kalah nyobain. Aku gantian sama dia ngegebuk drumnya. Terus adalagi pas latihan, aku duduk lesehan, abisnya tali gitarnya panjang banget, jadi waktu diselempangin gitarnya di paha aku, jadi susah buat metik senarnya. Nasib punya tubuh yang tidak tinggi. Pokoknya latihan saat itu benar-benar gokil. Waktu 2 setengah jam terasa cepat banget berlalu. Jujur aja, saat itu adalah latihan perdana kami, sekaligus latihan satu-satunya menjelang festival band smayava. What the..? Jadi jangan heran kalau penampilan kami waktu festival kacau balau. Selesai latihan kami sempat nunggu jemputan. Sambil nunggu kami beli gorengan. Setelah mobil Maria datang, kami langsung pulang. Aku sama Windy diantarin ke sekolah, sementara Elis dan Audrey dijemput di rumah Maria. Maka berakhirlah petualangan kami hari itu.

Perlu diketahui, band kami telah mengalami perubahan formasi. Vokalis dan drummer sebelumnya (Devani dan Alyssi) keluar karena alasan tidak diizinkan oleh bokap nyokapnya. Dan inilah formasi barunya :
Maria Hutabarat --> vokalis
Windy Stephani --> keyboardis
Merry --> gitaris
Elisabeth Mustika --> bassist
Audrey Isabella --> Drummer

Sabtu, 12 november, hari eksekusi tiba. Jadwalnya jam 8, tapi kenyataanya baru mulai jam 12. Ngaretnya keterlaluan kali! Kami dapat nomor urut 11, dan band *tiiiit* nomor 10. Wuehehe. Lucky? A lil' bit I think. Kebanyakn pesertanya dari SMA, yang dari SMP cuma 3 peserta, band kami, Oxy band (udah pada taulah band siapa), dan satu lagi band anak kelas 8. Nyali kami langsung ciut ngeliat penampilan peserta pertama. Gila, metal abis, apalagi drummernya. Dan begitulah selanjutnya, makin lama makin lemes. Sewaktu penampilan nomor 9, kami berdoa sama-sama. Waktu penampilan nomor 10, kami latihan di ruang musik. Sumpah, deg-degan kali *sekarang aja aku nulisnya juga ikutan deg-degan* Dan tibalah waktunya kami tampil. Beneran, bikin malu aja. Kalo ngeliat video penampilan kami, pengen kulempar aja hapenya (videonya ada di hape aku). Palak kali ngeliatnya. Waktu kami udah diatas panggung, masih sempat cek alat-alat musiknya. Saat itulah aku minta tolong sama abang-abang petugasnya buat pendekin tali gitarnya. Sampai kandas dibikin, tapi perasaanku gitarnya masih terlalu kebawah. Hadoh. Dan waktu kami tampil, aku sempat bingung sama suara gitarnya. Aku merasa suara gitarnya terlalu kecil. Aku takut jangan-jangan engga kedengaran. Tapi waktu aku liat videonya, gila, justru suara gitarnya yang paling menonjol. Memang saat itu audionya kurang bagus. Gatau siapa yang salah, pemainnya atau sound systemnya yang emang ga bagus. Suara vokalisnya sampai ga kedengaran, sementara suara gitarnya keras banget. Pokoknya penampilan saat itu bener-bener buruk. Belum lagi lusanya Rika nyampaiin kritikan abangnya tentang penampilan kami. Abangnya bilang temponya kacau. Dan lain-lain. Bener-bener worst.

Pokoknya hari itu bener-bener melelahkan. Bete. Ditambah dengan perutku yang berulah gara-gara telat makan siang. Merana. Meskipun kami engga mendengar cibiran dari orang-orang, tapi aku tetap merasa penampilan kami buruk banget. Mungkin kami punya alasan yang tepat, penampilan pertama, nyari pengalaman. Tapi mungkin momentnya yang salah. Kami TERLALU nekat. Baru beberapa hari terbentuk kami langsung ikutan festival, engga main-main, hampir semua pesertanya pelajar SMA. Baru sekali latihan dan skill kami masih standard. Bener-bener nekat. Tapi yasudahlah, biarkan itu menjadi pengalaman yang paling berharga buat kami #buekekek. Info tambahan, band *tiiiiiit* dapat juara 1, dan dia dapat gelar best bassist. Keren.

Yang perlu diketahui, sebenarnya alasan yang paling utama dari ini semua hanyalah hal sepele. Memang ada beberapa alasan lainnya yang mendorong kami untuk ikutan festival ini. Tapi dibalik itu semua, ada satu alasan dasar. Benar-benar sepele. Kalau aja aku mau berpikir sehat, pasti kami ga bakalan ikut festival ini, dan kami enggak akan malu. Tapi saat itu aku terlalu memaksakan keinginan. Sebenarnya engga terlalu buruk juga kami ikutan festival ini, tapi pasti adalah sedikit rasa malu karena penampilan kami yang benar-benar standar itu, meskipun orang-orang enggak ada yang mencemooh, tapi pastilah kami malu sendiri sama penampilan kami. Tapi yasudahlah, kita ambil hikmahnya aja. Kami dapat pengalaman yang berharga.

Itu semua tentang perjalanan kami melewati festival band yang sangat menyesekan. Selanjutnya engga ada kisah yang terlalu menarik lagi. Palingan tentang rutinitas baru aku setiap pagi. Setiap pagi sebelum apel pagi, aku sama Windy pergi ke balkon 7c untuk "patroli". Dari sana kami bisa liat ke lapangan di SMA, dan kami menunggu kedatangan si bassist. Sukses, kami udah 2 kali ngeliat kedatangan dia.

Ada kisah lainnya juga. Kisah yang cukup sedih. Hari kamis lalu aku ada masalah sama temen aku. Engga perlulah tau siapa orangnya. Masalahnya mungkin disebabkan karena kurang komunikasi antara kami. Aku sempat sedih banget hari itu. Sedih banget sampai-sampai aku ga ikut ambil nilai olahraga waktu itu. Dahsyat banget ya efek dari masalahnya. Tapi sekarang hubungan kami udah mulai membaik, meskipun engga seakrab dulu lagi :(

Kisah lainnya yaitu hari jumat, tanggal 25. Hari guru. Hari itu rencananya sehabis upacara akan ada penampilan dari beberapa kelompok musikalisasi puisi dari 6 kelas. Saat itu aku ikutan tampil. Awalnya penampilan berjalan lancar. Tapi waktu giliran kelompok dari kelas 9F nyanyi, tiba-tiba protokolernya bilang "berdoa". Kaget banget, kok tiba-tiba penampilan kami dipotong. Alhasil setelah selesai berdoa, barisan bubar tanpa adanya perintah. Abraham jadi palak dan dia menolak untuk melanjutkan penampilan dari kelasnya. Padahal penampilan kami belum selesai. Terpaksalah penampilan dari 9F ditiadakan dan langsung dilanjutkan ke nyanyian bersama, meskipun lapangan udah kosong. Anyir-anyir. Protokoler anyir.

Kemaren aku baru nonton film Tangled. Sebenarnya udah dapet film ini dari hari selasa dari komputer sekolah, tapi flashdiskku dipinjem terus, semuanya pada mau nge-copy, jadinya baru kemaren deh nontonnya. Gila, romantis abis. Cowonya charismatic banget :p


sesudah tampil, lemes tapi masih bisa senyum jugak -,,-

Elis menggebuk drum penuh hasrat @Rhythm King Studio

Di rumah emha, aku yang foto -.-

kuitansinya. eheheh


Kira-kira begitulah hal-hal yang udah aku alami selama bulan november ini. Bentar lagi november abis, dan desember datang, bulan yang paling ditunggu-tunggu. Tapi artinya penderitaan juga akan segera dimulai. Biasa, rutinitas anak sekolah, ujian, abis itu disusul try out. Ini namanya pembunuhan masal secara perlahan dengan kedok pendidikan. Doakan aja supaya aku mau giat belajar menghadapi ujian kali ini #ehak.

Mungkin inilah postingan terakhir aku di bulan november. Rasanya sedikit kurang pas momentumnya karena sekarang belum penghujung bulan. Tapi berhubung tanggal 1 desember udah ujian, jadi diputuskan untuk nge-post sekarang, mumpung ada waktu.

Bener-bener engga nyangka bulan november ini penuh dengan kejadian-kejadian unik. Mulai dari yang menyenangkan, memalukan, menyebalkan, sampai yang menyedihkan. I will always remember this month. Just wait until several days to say 'goodbye november'!

November 24, 2011

Complicated

Aaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrgggggggghhhh. Today is so complicated. argh. tired. problems. jaded. confused. behind that smile. that's all what i can say. rrrrrrrrrr

hari ini banyak masalah. gak juga, sebenarnya cuma satu. tapi kusut banget. saking ribetnya sampai stres, pengen ngetweet tapi bahaya, facebook apalagi. jadinya ngeblog. tapi ga bisa cerita panjang lebar. argh #abaikan.

postingan gak penting. cuma numpahin perasaan. tapi gak jelas.


i just want you to know, that there's always a reason for all that problems, and i believe that. how 'bout you? do you know that? do you believe that??

November 01, 2011

The Effect of The Beginning of Month

Efek awal bulan. Itulah kemungkinan yang menjadi alasan aku hari ini. Gak tau aja kenapa hari ini aku senang banget. Dari bangun tidur aku udah senang banget, terus mandi pagi sambil nyanyi-nyanyi lagu Alibi-nya Andra and The Backbone. Padahal biasanya aku gak pernah karaokean pas mandi pagi. Tapi emang sih lagu itu bagus banget, aku baru dapat lagu itu dari abangku semalam, dan sebelum tidur aku sempetin dulu dengerin lagu itu pake headset. Mungkin aja mendengarkan lagu Alibi sebelum tidur mampu membawa dampak positif ketika bangun esok paginya.

Sampai di sekolah mood aku masih tetap bagus. Temanku sampe heran, karena kemarin tampilan aku lesu banget, galau gak jelas gara-gara ingat si bassist. Malahan kemarin aku sempat menggalau bareng sama Erin di lantai 2 sambil memandang tetesan-tetesan hujan yang jatuh ke bumi (bahasanya ga nahan). Hari itu emang hujan cukup deras, sesuai banget dengan suasana hati -_- tapi hari ini cuacanya cerah banget (meskipun sempat sedikit mendung), dan sesuai juga dengan suasana hati hari ini :D Tapi temen menggalauku semalam mengalami nasib yang tidak sama dengan aku, hari ini dia masih menggalau, malah makin parah. Biasa, masalah cinta remaja. Sabar ya rin.. O:)

Dan kebahagiaan aku hari ini rasanya bertambah 2 kali lipat. Karena hari ini.... *jengjengjeng* Prelude band akhirnya terbentuk! :D :D :D :D :D Yak, aku sama Windy emang udah cukup lama juga pengin bikin band, tapi kami bingung mau nyari personilnya, susah banget nyari yang bisa main alat band (dan tentunya klop dengan kami). Tapi akhirnya setelah gencar berburu ketemu juga orang-orang yang bisa diajak gabung. Dan tau gak, ternyata 2 orang dari 3 personil yang kami cari sekelas dengan kami -,,- Dan mereka sama-sama kami rekrut hari ini. Selama ini sibuk nyari sana-sini gataunya dapat teman sekelas. Selama ini kemana ajaa? -_- Tapi gapapa lah, yang penting band impianku sama Windy akhirnya terbentuk juga. Praise God! :D

Dan dengan bangga, saya memperkenalkan para personil dari Prelude, beri sambutan yang meriah untuk merekaa
*Devani Claudia --> vocalist
*Windy Stephani --> keyboardist
*Merry R. Patricia (narsis dikit gak papa) --> guitarist
*Elisabeth Mustika --> bassist
*Alyssi Christina --> drummer

Hehe, itulah kelima personil Prelude. Sebenarnya kami gak berencana untuk bikin band cewek, tapi ketemunya sama cewek semua, yaudah, gitu deh. Harapannya semoga band ini gak cuma masang nama aja, tapi bisa lanjut terus, berkarya terus *tsahh. Doakan ya supaya band ini bisa sukses ;) Postingan lebih rinci tentang Prelude bakalan menyusul.

Hari ini pokoknya aku senang banget. Efek Awal Bulan. Praise God. Love this day. 1-11-2011 :D

Oktober 29, 2011

My Mood at This Big Event

Oke, udah lama juga aku engga posting, terbentur rasa malas. Kali ini aku nge-post juga karena emang pengen curhat yang gatau mau diceritain ke siapa, dan blog pun terpilih menjadi solusinya.

Mari kita mulai dari what is the event? Mungkin banyak yang bertanya acara besar apa sih? Big event kali ini adalah Golden Anniversary sekolahku, SMP Santa Maria Pekanbaru. Tua banget ya? Tapi kali ini aku bakal fokus cerita tentang seseorang, pengisi acara di pensi hari ini.

Sekedar informasi dasar, dalam merayakan golden anniversary ini, sekolah kami mengadakan beberapa acara, seperti acara funbike tanggal 2 oktober, missa tanggal 27 oktober, dan puncaknya hari ini. Dan kisah kali ini bermula dari acara tanggal 27 oktober *tsaahh

Acara hari kamis, 27 oktober itu diadain di malam hari, acaranya adalah missa lalu dilanjutkan dengan pentas kemilau melayu. Acara ini membutuhkan banyak pengisi acara, salah satunya pengiring musik, yang banyak diambil dari SMA St.Maria yang letaknya di sebelah sekolah kami.
Dan agar acaranya berjalan lancar udah pasti diadain banyak latihan dan gladiresik atau GR. Dan hal itulah yang membuat selama seminggu ini, kami murid-murid SMP St.Maria sering terlantar. Guru-guru banyak yang sibuk mempersiapkan acara ini. Alhasil, mereka banyak yang gak masuk kelas dan kami para murid berhasil dengan bebasnya melanglang-buana di sekitar sekolah -meskipun gak gitu juga sih, cuma beberapa. Dan aku termasuk orang yang sering keluar masuk kelas ga jelas selama guru engga ada.

Jadi, sesungguhnya kisah yang sebenarnya itu bermula dari 4 hari yang lalu, selasa, 25 oktober. Aku lupa saat itu pelajaran apa, kelas gak ada guru, jadi aku sama Windy pergi ke lorong belakang 9G. Kami duduk-duduk di sana sambil nontonin para pemain musik untuk missa latihan di lapangan. Singkat cerita aku mampir ke lapangan dan ngeliat mereka secara dekat dan saya melihat seorang murid SMA yang selanjutnya akan menjadi bintang utama dalam postingan kali ini.

Apa yang terjadi setelah itu? Yak, aku berpendapat murid SMA itu lumayan keren (eaaa). Dia bassist, dan dia keren. Singkat cerita aku ngefans sama bassist itu (kita ga usah sebut namanya). Selanjutnya aku sama Windy sering ngeliat-liat bassist itu sewaktu dia latihan. Berlanjut sampai hari-hari berikutnya. Dan aku sempat galau waktu hari jumat karena ternyata gak ada GR lagi dan gak ketemu bassist itu lagi. Arrggh.

Tapi semuanya berubah pada pagi ini. Sebelum pergi pawai kami udah sempet ngeliat dia di sekolah, tapi cuma sepintas aja. Jadi yang bener-bener ngeliat dia secara full itu pas seusai pawai, secara dia ngisi acara di pensi bareng bandnya. Waktu itu aku, Windy, dan beberapa teman lainnya sedang ngadem di ruang 9E, terus Windy ngeliat dia melintas di depan 9E. Jadi kami nguntitin dia. Singkat cerita aku minta tolong sama Windy buat ambil foto dia. Windy nekat lalu mengambilnya secara dekat. Ternyata ada seorang temannya melihat aksi Windy tersebut dan Windy lalu mengurungkan niatnya untuk memfoto si bassist. Dan hal yang sama juga terjadi ketika Yulli datang. Dia membawa kamera sakunya, dan aku juga minta dia buat ambil foto si bassist itu. Lalu Yulli dan Windy pergi bersama-sama ke spot yang sama. Dan kini dia sadar dan jadi senyum-senyum sendiri (mungkin kalian bakal berpikir dia memiliki tingkat ke-PD-an yang tinggi dan ternyata itu benar). Dan aku juga ada foto dia beberapa kali karena geram Windy dan Yulli tidak berhasil mengambil gambar yang oke. Dan juga ketika dia naik panggung, aku rekam penampilannya. Dan disini yang mulai nyeseknya.

Ternyata waktu dia tampil, dia sering lihat-lihat ke arah kami bertiga, tapi menurut Windy arah matanya melihat Windy atau Yulli, dan bukan aku. Bener-bener nyesek. Kemudian hal itu berlanjut sampai dia selesai tampil. Aku dan Windy mutusin buat balek lagi ke 9E. Dan saat itu si bassist dkk sedang berada di koridor depan 9D, dan mereka sedang berlatih b-boy -,- Waktu itu aku lagi duduk merapat ke dinding, sementara Windy ngobrol sama aku sambil berdiri. Dan lagi, Windy melihat si bassist sedang berada di depan pintu 9E dan dia melihat ke arah Windy. Windy langsung kaget dan langsung beritahu aku. Aku sendiri ga bisa lihat ke luar kelas karena posisi aku yang nemplok ke dinding, berbeda dengan Windy, makanya Windy bisa liat-liat ke luar, dan akhirnya bertemu pandang dengan si bassist. Aku jadi makin nyesek. Selanjutnya ketika kami melihat perform dari pengisi acara lainnya, Windy mendapat telepon dari nyokapnya. Dia permisi buat nerima telpon. Karena di tempat kami berdiri berisik banget, jadi dia menyingkir ke tempat yang lebih sepi, tepatnya ke pameran foto. Cukup lama juga aku nungguin Windy. Ketika Windy kembali, dia cerita sama aku. Dia bilang, ketika dia menerima telpon di pameran foto, dia melihat si bassist mondar-mandir naik sepeda dari 9D -9F sebanyak 3 kali. Dan yang bikin nyesek, si bassist itu ternyata ngeliat-liatin Windy yang posisinya nempel di tiang sebelah ruang penyimpanan matras. Windy yang saat itu menghadap ke arah koridor 9E tentu melihat aksi si bassist itu, dan karena risih Windy akhirnya balik badan dan membelakangi koridor 9E, sehingga dia tidak melihat si bassist. Nyesek nyesek.

Jadi, kesimpulan dari sebagian kisah hari ini adalah... sepertinya si bassist mengira bahwa Windy yang naksir dia, dan parahnya dia memiliki tingkat ke-GR-an yang lumayan tinggi sehingga dia memberi perhatian ekstra sama Windy. Sabar......

Kisah lainnya, tadi aku dijemput lama banget, jam 5 lewat sekian menit. Sekolah udah mulai sepi. Untung Windy juga lama dijemput =) Tadi kami jalan-jalan ke SMA apalagi kalau bukan untuk ngeliat dia -_____- Dan untungnya kami berhasil melihat dia meskipun dari jarak jauh. Kami berdiri di depan gerbang karena gak berani masuk, jadi kami ngeliatin dia dari gerbang itu. Dia lagi main volli di halaman. Satu hal yang kami pertanyakan, apakah saat itu dia menyadari kehadiran kami? Karena kami yakin diri kami dapat terlihat cukup jelas dari halaman SMA. Mungkin saja dia melihat kami, tapi kami tidak tahu hal itu, karena kami tidak melihat arah matanya. Atau mungkin juga tidak. Who knows?

Intinya hari ini aku bener-bener.... Akh, gatau lah mau dibilang apa. Nyesek? Galau? Entahlah. Itu semua karena potensi kesalah-pahaman yang mungkin dilakukan si bassist itu, meskipun aku gatau apa yang sebenarnya ada di pikirannya. hope that someday these feelings can be expressed.

Happy Night Saturday

Oktober 04, 2011

Smurf!

2 hari yang lalu aku dapat neighborhood invite dari temanku di fb. Dia invite aku di game The Smurfs. Aku tertarik dan langsung coba main. Dan ternyata asyik. Dan sekarang jadilah aku seorang penggemar smurf :D Tadi di sekolah pas pelajaran komputer aku browsing tentang Smurf, dan aku dapat artikel tentang tokoh-tokohnya di blog orang lain. Dan inilah artikel yang saya dapat itu, maaf ya bagi yang punya artikel, bakal saya cantumkan kok alamat blog anda, hehe :P

SMURF... Mereka adalah cerita animasi yang sempat populer di Indonesia dulu sekitar tahun 90-an. Mereka hadir bersama produk Pizza Hut yang menjadikan mereka sebagai bagian dari promosinya. Cerita animasi ini menarik karena tokohnya yang unik, bentuk fisiknya tak lebih besar dari seekor tikus besar, berwarna biru, memakai topi putih, dengan beragam karakter yang lucu didalamnya.



Azrael
Kucing kutuan ini selalu jadi sasaran kambing hitam oleh Gargamel. Dia mengikuti si penyihir kemana saja, berharap suatu hari nanti tuannya dapat menangkap seorang smurf untuk kemudian diberikan padanya untuk dimakan. Tapi hal itu belum pernah terjadi.Walaupun dia sama bodohnya dengan Gargamel, dia merupakan ancaman bagi setiap smurf yang berkeliaran dekat dengan rumah Gargamel.





Baby Smurf
Suatu malam, saat bulan berwarna biru, seekor bangau membawa bayi smurf ke desa smurf. Tak seorang pun tahu darimana asal-usulnya. Dia segera menjadi bayi adopsi bagi semua smurf. Dia merubah kehidupan para smurf yang sepi, dan tak ada seorang pun yang mengeluh. Para smurf menerimanya dengan segala kebaikan dan kenakalannya.




Brainy
Satu-satunya smurf yang menganggap semua hal secara serius. Brainy menghabiskan waktunya dengan memberi khotbah kepada smurf lain, menggumam tentang kata-kata bijak. Baginya, apapun yang Papa Smurf katakan adalah sakral. Dia adalah penutur cerita yang terkenal, yang bisa membuat pusing kepala. Walaupun teman-temannya menyukainya, tapi ia juga kadang terasa menjengkelkan.





Cook Smurf
Dengan topi koki dan celemek warna putih bersih, membuat sangat mudah untuk menemukannya. Dari dalam rumahnya, anda kadang bisa mencium harumnya roti yang masih hangat, renyahnya kue, serta berbagai macam kue dan tart. Para smurf sangat menyukai berbagai variasi masakan dari koki yang berbakat ini.





Farmer Smurf
Telinga yang halus haruslah menjauh dari perkataan Farmer Smurf yang tidak enak. Dia mudah dikenali dengan topi jerami dan baju overall warna hijau yang dikenakannya. Secara umum dia tidak terlalu terganggu dengan kehidupan desa, tapi dia lebih senang ditemani selada dan tanaman sayur lainnya.






Gargamel
Gargamel adalah seorang penyihir jahat, licik dan munafik yang tinggal di sebuah rumah yang mengerikan di tengah hutan. Dia membenci para smurf, dan melakukan apapun dengan kuat tenaga untuk menangkap mereka. Beruntunglah para smurf karena dia adalah orang yang bodoh sehingga mereka selalu saja dapat melarikan diri. Tapi harus berhati-hati, karena dia telah bersumpah untuk balas dendam.




Greedy
Ini adalah smurf yang selalu dalam pikirannya adalah makan dan makan saja. Apapun yang ditemukannya akan dimakannya; sarsaparilla, sop, keju, buah-buahan... Tapi yang sebenarnya dia sangat inginkan adalah kue-kue, tart, dan berbagai macam penganan yang bisa dicurinya dari Cook Smurf. Mau tahu motto hidupnya? Hidup untuk makan, bukan makan untuk hidup!.





Grouchy
Apapun yang orang lain katakan atau sarankan, dia akan menentangnya menurut prinsip dan sudut pandangnya, mengeluarkan komen negatif secara sistematis seperti: "Kalau aku, aku tidak suka...". Mengenai hal tersebut anda pasti berpikir bahwa dia tidak menyukai apapun atau siapapun. Tapi didalam lubuk hatinya, dia berhati seperti emas.





Handy
Smurf yang bisa melakukan apapun di desa. Bukan saja dapat memperbaiki apapun, tetapi juga bisa menciptakan 1.001 macam peralatan yang berguna. Robot, pesawat, kereta dan bahkan mesin yang dapat membuat hujan smurf serta langit berwarna biru. Karena dia sangat sibuk, akan mudah mengenalinya dengan baju overall warna biru serta pensil yang terselip di telinganya.





Harmony
Sebagai seorang penggemar musik, Harmony suka memainkan instrumen musik apapun yang ia bisa temukan. Namun sayangnya nada-nada yang ia mainkan lebih sering terdengar cukup mengerikan bagi teman-temannya. Ketika ia memegang alat musik, bahkan kotak musik pun akan bernada sumbang.





Hefty
Hefty (Besar dan kuat), sesuai dengan nama dan fisiknya!. Ia mudah dikenali dengan tato gambar hati di lengannya. Ia selalu menjaga kebugaran tubuhnya dengan berlatih olahraga apapun. Jika ada sesuatu yang sulit atau berat untuk dikerjakan, kau bisa mengandalkannya. Walaupun dia sedikit kuper, tapi dia ringan tangan.






Jokey
Smurf satu ini hidup untuk melucu dan bergurau. Dia membawakan kotak hadiah yang bisa meledak di depan wajah smurf-smurf yang cukup tolol untuk menerima hadiahnya. Dan itu hanya sebagian kecil dari sifat jahilnya. Para smurf sedikit marah padanya, tapi dalam hati mereka memaafkannya -apalagi kalau melihat kejahilannya jadi senjata makan tuan. Saat itulah mereka berbalik menertawakannya.




Lazy Smurf
Kenalkan, ini smurf yang bisa tidur hampir dimanapun. Di bawah bayangan tanaman jamur, didalam kereta sorong, bahkan di pinggir bendungan. Hampir semua tempat menjadi tempat yang cocok untuk tidur. Yang ada dalam pikirannya ketika bangun di pagi hari adalah kapan waktunya ia bisa kembali tidur. Ini bukan berarti bahwa dia malas, tetapi gagasan untuk bekerja bisa menyadarkannya.





Papa Smurf
Papa Smurf adalah kepala desa smurf. Pada musim semi yang lalu, usianya adalah 542 tahun. Kau akan mudah untuk mengenalinya dari jenggot putih dan pakaian warna merah. Dia adalah orang tua yang bijak, yang berusaha sebisa mungkin mencegah para smurf bertingkah seperti manusia yang kejam. Sebagai seorang ahli kimia, ia kerap menyelamatkan para smurf dari bahaya dengan pengetahuannya.




Poet Smurf
Poet Smurf berlari menembus desa dan mengelilingi hutan dengan membawa sehelai bulu di tangan satu dan lembaran kertas di tangan yang lain, mencari inspirasi. Sepanjang hari, ia terus mencari irama-irama sajak dengan pikirannya hingga setinggi awan. Baginya, Smurfette adalah sumber inspirasi yang tak ada habisnya.






Smurfette
Smurfette pada awalnya adalah hasil ciptaan si Penyihir jahat Gargamel untuk menimbulkan masalah diantara para smurf. Dengan hidung besar dan rambut terurai, ia tidak banyak tampak seperti wujud aslinya. Dengan menggunakan obat-obatan kimia serta pengetahuannya, Papa Smurf merubah Smurfette menjadi menawan, yang melumerkan hati para smurf lainnya. Dia adalah salah satu dari jenisnya, penuh dengan keanggunan yang feminin dan juga sembrono. Dia juga bisa menjadi sangat wanita, bermain dengan perasaannya yang halus.


Vanity Smurf
Dengan setangkai bunga tersemat di topi serta kaca cermin di tangan, Vanity adalah smurf yang sangat peduli akan penampilannya. Halus dan sensitif, ia menghabiskan waktunya bersama Smurfette membicarakan kain-kain yang bagus serta menjaga kesegaran kulitnya. Jika tanpa sengaja kaca cerminnya pecah, maka ia adalah smurf yang paling bersedih.




taken from : rahardjopunya.blogspot.com/2010/09/smurf.html