Setelah berminggu-minggu engga nge-post (yang beberapa hari kemarin itu ga dianggap), hari ini aku bakalan nge-post tentang keseluruhan bulan november ini. Ada beberapa peristiwa penting di bulan november ini yang belum sempat aku post. Jadi kali ini akan dibahas semuanya.
Awal bulan november, tepatnya tanggal satu adalah hari biasa. Tapi yang luar biasanya adalah aku senang banget hari itu. Prelude band akhirnya terbentuk. Dan aku juga udah nge-post di hari itu.
Sehari sesudah Prelude terbentuk, kami ngeliat poster tentang kegiatan di SMA Santa Maria ~ smayava 2011. Di smayava ini ada berbagai macam perlombaan salah satunya festival band. Kami yang nekat ini akhirnya ngedaftar juga. Ga nanggung-nanggung, biaya pendaftarannya 250 ribu per tim! Gileee. Akhirnya aku ikhlasin juga 50 ribu melayang cuma untuk biaya pendaftaran -__- Festival bandnya sendiri diadain tanggal 12 november.
Perjalanan menanti festival band inilah yang menurutku paling seru selama november ini. Awalnya aku sama Windy daftar sama kakak-kakak di SMA, memang uangnya belum dikasih, tapi kakak itu sendiri yang bilang kalo boleh bawa uangnya pas technical meeting. Kakak itu bilang technical meetingnya diadain tanggal 5, tapi ternyata di hari itu yang ada technical meeting untuk lomba dance. Haish, dikerjain deh sama kakak kelas sotoy -,,- Mulai saat itu juga aku sama Windy mulai sering ke SMA pas pulang sekolah buat nanya info yang benar tentang jadwal technical meeting yang benar. Beberapa kali kami ke sana, sering juga ga ketemu sama guru musik -panitia festival band. Sekali ketemu bapak itu -si guru musik, jawabnya sok buru-buru. Kami juga bingung sama info yang dikasih, abisnya beda-beda sih tanggalnya. Tapi akhirnya semuanya jadi jelas. Saat itu aku ngeliat pengumuman kalo pendaftaran festival band masih dibuka sampai tanggal 9 november. Karena kami merasa engga yakin ketika kami mendaftar sama kakak kelas sotoy di SMA saat itu, akhirnya kami mutusin buat daftar lagi. Tanggal 9 november saat itu hari rabu, pulang les aku latihan tari bareng kelompok aku sementara Windy latihan musikalisasi puisi bareng kelompoknya. Saat aku udah selesai latihan, ternyata aku belum dijemput, jadi aku pergi ke ruang musik buat ngeliatin kelompok Windy latihan. Saat itulah aku berunding sama Windy tentang pendaftarannya. Kami mutusin untuk daftar lagi, tapi masalahnya kami engga bawa uang sebanyak itu. Setelah ngider-ngider keliling ruang musik minjam uang sama anggota kelompoknya Windy, akhirnya terkumpul juga uangnya. Aku disuruh Windy pergi ke SMA sendirian -.- Ya akhirnya aku pergi juga ke SMA, sendirian. Di SMA akhirnya ketemu juga sama guru seksi pendaftarannya. Ternyata emang bener band kami belum terdaftar -anyir banget tuh kakak kelas sotoy- . Setelah ngisi formulir dan menyerahkan uang pendaftarannya, aku dapat kuitansinya. Yeay. Senang banget, berarti band kami udah resmi terdaftar. Wakakak :) Dan akhirnya baru dapat kepastian juga, kalo technical meetingnya itu hari kamis tanggal 10 november. Rrrrrrr #kenapanih?
Besoknya tanggal 10 november, jam 11, aku, Rika, dan anggota Prelude lainnya pergi ke SMA. Rika bukan anggota Prelude, tapi dengan santainya dia jalan di samping aku waktu minta izin sama mr.Ginting, our favorite p.e teacher :p Gak belajar olahraga. Hihi. Sampai di SMA sempat agak bingung karena gatau dimana tempat technical meetingnya. Tapi akhirnya ketemu juga. Tempatnya di ruang audiovisual. Ada kejadian lucu juga. Kami ngambil posisi duduk di barisan paling belakang. Ga berapa lama, ada satu orang perwakilan dari band lainnya yang telat datang dan dia ngambil posisi duduk di samping aku. Waktu itu aku gatau siapa abang itu. Tapi waktu di absen, dia angkat tangan ketika nama *tiiiiit* band disebut, yak, bandnya si bassist yang aku suka itu. Dan waktu aku tanya Rika, ternyata abang itu adalah gitaris band tersebut. Sempat menghayal juga, kenapa perwakilan dari band *tiiiit* bukan bassistnya aja ya #gubrak. Apalagi aku sempat ngobrol dikit (ga ngobrol juga sih, cuma nanya doang) sama abang gitaris itu. Aku nanya kapan lombanya diadain, dan aku juga sempat minta kertas sama dia. Wakakak, coba aja si bassist yang duduk di samping aku. Nge-fly deh.
Jumat, 11 november, kami pergi ke studio buat latihan. Perjalanan hari itu cukup panjang juga. Kami sempat bingung mau ke studio mana. Tanya teman-teman yang lain tapi infonya pada kurang akurat. Dan kami memilih untuk memikirkannya nanti. Pulang sekolah kami ganti baju dulu, karena sesuai rencana awal kami mau foto dulu, karena menurut penjelasan saat technical meeting, tiap band harus memberi foto bersama. Awalnya kami mau ambil tempat di dekat kantin #gubrak. Tapi akhirnya kami pergi ke rumah Maria -vokalis prelude. Di rumah Maria kami numpang ngisi perut, abis itu barulah foto-foto (capek-capek mikir spot yang bagus, buntutnya di rumah-rumah juga). Tapi milih rumah Maria sebagai lokasi berfoto tidaklah buruk. Bagus malah. Setelah itu Maria nelpon kenalannya buat nanya studio yang bagus. Dan kenalannya merekomendasikan Rhythm King. Lalu kami nelpon ke Rhythm King buat reservasi. Kami mesan untuk jam setengah 2 sampai jam 4. Sebelum kami pergi ke studio, kami pergi ke tempat nyuci foto dulu, lokasinya di jalan T.Tambusai. Kami nyetak 4 foto. Waktu itu kami sempat main tebak-tebakan, kira-kira berapa harga 1 foto ukuran 3R. Windy bilang 10 ribu, menurut aku kemahalan, tapi aku juga gatau berapa kisaran harganya. Waktu fotonya udah jadi dan saat akan bayar, kami terkejut. Harga untuk 4 foto adalah 4 ribu. What? Jadi cuma seribu satu foto? Sama sekali ga nyangka. Tau gitu cetak aja banyak-banyak -,,- Sehabis nyuci foto kami pergi ke SMA buat ngasih fotonya, karena saat technical meeting dikatakan paling lambat diserahkan fotonya hari jumat. Asik juga sih jalan-jalan bolak-balek nangka-gobah. Sehabis dari SMA barulah ngebut ke Rhythm King yang lokasinya di jalan Duyung. Sempat bingung celingak-celinguk nyariin studionya, tapi akhirnya ketemu juga. Saat itu udah jam 2 kurang 15. Yah, rugi deh. Karena pas reservasi udah disepakati bayarnya untuk 2 setengah jam, mulai dari jam setengah 2. Rugi. Dan kami pun memulai aksi kami. Bener-bener ga jelas selama di studio. Lebih banyak main-mainnya dari pada seriusnya. Mulai dari Maria sama Audrey yang pergi beli jajan dan aku mulai memukul-mukul drum engga jelas *hasrat pengen jadi drummer. Elis juga gamau kalah nyobain. Aku gantian sama dia ngegebuk drumnya. Terus adalagi pas latihan, aku duduk lesehan, abisnya tali gitarnya panjang banget, jadi waktu diselempangin gitarnya di paha aku, jadi susah buat metik senarnya. Nasib punya tubuh yang tidak tinggi. Pokoknya latihan saat itu benar-benar gokil. Waktu 2 setengah jam terasa cepat banget berlalu. Jujur aja, saat itu adalah latihan perdana kami, sekaligus latihan satu-satunya menjelang festival band smayava. What the..? Jadi jangan heran kalau penampilan kami waktu festival kacau balau. Selesai latihan kami sempat nunggu jemputan. Sambil nunggu kami beli gorengan. Setelah mobil Maria datang, kami langsung pulang. Aku sama Windy diantarin ke sekolah, sementara Elis dan Audrey dijemput di rumah Maria. Maka berakhirlah petualangan kami hari itu.
Perlu diketahui, band kami telah mengalami perubahan formasi. Vokalis dan drummer sebelumnya (Devani dan Alyssi) keluar karena alasan tidak diizinkan oleh bokap nyokapnya. Dan inilah formasi barunya :
Maria Hutabarat --> vokalis
Windy Stephani --> keyboardis
Merry --> gitaris
Elisabeth Mustika --> bassist
Audrey Isabella --> Drummer
Sabtu, 12 november, hari eksekusi tiba. Jadwalnya jam 8, tapi kenyataanya baru mulai jam 12. Ngaretnya keterlaluan kali! Kami dapat nomor urut 11, dan band *tiiiit* nomor 10. Wuehehe. Lucky? A lil' bit I think. Kebanyakn pesertanya dari SMA, yang dari SMP cuma 3 peserta, band kami, Oxy band (udah pada taulah band siapa), dan satu lagi band anak kelas 8. Nyali kami langsung ciut ngeliat penampilan peserta pertama. Gila, metal abis, apalagi drummernya. Dan begitulah selanjutnya, makin lama makin lemes. Sewaktu penampilan nomor 9, kami berdoa sama-sama. Waktu penampilan nomor 10, kami latihan di ruang musik. Sumpah, deg-degan kali *sekarang aja aku nulisnya juga ikutan deg-degan* Dan tibalah waktunya kami tampil. Beneran, bikin malu aja. Kalo ngeliat video penampilan kami, pengen kulempar aja hapenya (videonya ada di hape aku). Palak kali ngeliatnya. Waktu kami udah diatas panggung, masih sempat cek alat-alat musiknya. Saat itulah aku minta tolong sama abang-abang petugasnya buat pendekin tali gitarnya. Sampai kandas dibikin, tapi perasaanku gitarnya masih terlalu kebawah. Hadoh. Dan waktu kami tampil, aku sempat bingung sama suara gitarnya. Aku merasa suara gitarnya terlalu kecil. Aku takut jangan-jangan engga kedengaran. Tapi waktu aku liat videonya, gila, justru suara gitarnya yang paling menonjol. Memang saat itu audionya kurang bagus. Gatau siapa yang salah, pemainnya atau sound systemnya yang emang ga bagus. Suara vokalisnya sampai ga kedengaran, sementara suara gitarnya keras banget. Pokoknya penampilan saat itu bener-bener buruk. Belum lagi lusanya Rika nyampaiin kritikan abangnya tentang penampilan kami. Abangnya bilang temponya kacau. Dan lain-lain. Bener-bener worst.
Pokoknya hari itu bener-bener melelahkan. Bete. Ditambah dengan perutku yang berulah gara-gara telat makan siang. Merana. Meskipun kami engga mendengar cibiran dari orang-orang, tapi aku tetap merasa penampilan kami buruk banget. Mungkin kami punya alasan yang tepat, penampilan pertama, nyari pengalaman. Tapi mungkin momentnya yang salah. Kami TERLALU nekat. Baru beberapa hari terbentuk kami langsung ikutan festival, engga main-main, hampir semua pesertanya pelajar SMA. Baru sekali latihan dan skill kami masih standard. Bener-bener nekat. Tapi yasudahlah, biarkan itu menjadi pengalaman yang paling berharga buat kami #buekekek. Info tambahan, band *tiiiiiit* dapat juara 1, dan dia dapat gelar best bassist. Keren.
Yang perlu diketahui, sebenarnya alasan yang paling utama dari ini semua hanyalah hal sepele. Memang ada beberapa alasan lainnya yang mendorong kami untuk ikutan festival ini. Tapi dibalik itu semua, ada satu alasan dasar. Benar-benar sepele. Kalau aja aku mau berpikir sehat, pasti kami ga bakalan ikut festival ini, dan kami enggak akan malu. Tapi saat itu aku terlalu memaksakan keinginan. Sebenarnya engga terlalu buruk juga kami ikutan festival ini, tapi pasti adalah sedikit rasa malu karena penampilan kami yang benar-benar standar itu, meskipun orang-orang enggak ada yang mencemooh, tapi pastilah kami malu sendiri sama penampilan kami. Tapi yasudahlah, kita ambil hikmahnya aja. Kami dapat pengalaman yang berharga.
Itu semua tentang perjalanan kami melewati festival band yang sangat menyesekan. Selanjutnya engga ada kisah yang terlalu menarik lagi. Palingan tentang rutinitas baru aku setiap pagi. Setiap pagi sebelum apel pagi, aku sama Windy pergi ke balkon 7c untuk "patroli". Dari sana kami bisa liat ke lapangan di SMA, dan kami menunggu kedatangan si bassist. Sukses, kami udah 2 kali ngeliat kedatangan dia.
Ada kisah lainnya juga. Kisah yang cukup sedih. Hari kamis lalu aku ada masalah sama temen aku. Engga perlulah tau siapa orangnya. Masalahnya mungkin disebabkan karena kurang komunikasi antara kami. Aku sempat sedih banget hari itu. Sedih banget sampai-sampai aku ga ikut ambil nilai olahraga waktu itu. Dahsyat banget ya efek dari masalahnya. Tapi sekarang hubungan kami udah mulai membaik, meskipun engga seakrab dulu lagi :(
Kisah lainnya yaitu hari jumat, tanggal 25. Hari guru. Hari itu rencananya sehabis upacara akan ada penampilan dari beberapa kelompok musikalisasi puisi dari 6 kelas. Saat itu aku ikutan tampil. Awalnya penampilan berjalan lancar. Tapi waktu giliran kelompok dari kelas 9F nyanyi, tiba-tiba protokolernya bilang "berdoa". Kaget banget, kok tiba-tiba penampilan kami dipotong. Alhasil setelah selesai berdoa, barisan bubar tanpa adanya perintah. Abraham jadi palak dan dia menolak untuk melanjutkan penampilan dari kelasnya. Padahal penampilan kami belum selesai. Terpaksalah penampilan dari 9F ditiadakan dan langsung dilanjutkan ke nyanyian bersama, meskipun lapangan udah kosong. Anyir-anyir. Protokoler anyir.
Kemaren aku baru nonton film Tangled. Sebenarnya udah dapet film ini dari hari selasa dari komputer sekolah, tapi flashdiskku dipinjem terus, semuanya pada mau nge-copy, jadinya baru kemaren deh nontonnya. Gila, romantis abis. Cowonya charismatic banget :p