Halo blog!!! This is my first post since 2013. It's been 2 years already :"))
I don't know how to start this post. Begitu banyak hal yang telah terjadi 2 tahun ini. My feeling's shaking right now. Beneran.
Kita mulai dari alasan kenapa aku lama enggak muncul, ya. Jadi, kuakui, aku emang sempat malas ngupdate blog, jadi aku selalu mencari momen yang berharga untuk kuceritakan di sini. Aku udah ada rencana pas ulang tahun ke 17 ku. But i didn't write about it here. Ketika naik kelas 12, the same thing happened again. Ketika lulus sbmptn, masih malas juga. Akhirnya, sekarang, tergeraklah hatiku untuk berbagi cerita lagi dengamu :) Sorryyyy.
And now let's turn into the story i want to share badly. Here we go.
So, my dearest blog, I am a college student now. It was a very big thing to me. You know what I mean. Udah bukan rahasia lagi kalo kehidupan perkuliahan itu jauh berbeda dengan kehidupan di SMA. Kehidupan perkuliahan itu udah pasti lebih keras, cadas, pokoknya sadis. Tapi itulah yang bikin seru. Apalagi dari proses masuk kuliah aja aku udah harus berjuang keras (read: SBMPTN). Dan aku yakin kehidupanku selama 4 tahun ke depan akan jauh lebih menantang dari sekadar soal-soal SBMPTN.
Bicara proses masuk universitas, aku udah sedikit nyicipin pahitnya kehidupan dari fase ini. It was tough. Cita-citaku awalnya adalah lulus di jurusan perencanaan wilayah dan kota di undip. Alasannya karena aku merasa mata kuliahnya sesuai banget sama minat dan kemampuanku. Prospek kerjanya juga menyenangkan. Pokoknya aku kekeuh pengen masuk jurusan ini sejak awal kelas 12. Jadi, dari zaman snmptn aku bikin jurusan itu sebagai pilihan pertama. And i failed. Aku ga terlalu sedih waktu itu. Aku kemudian lanjut intensif sbmptn. And i realized one of my mistake. Aku ga pernah gigih belajar. Aku cuma belajar secukupnya. And then i realized it wasn't enough. Lagi-lagi aku gagal masuk pwk undip lewat sbmptn. Aku lulusnya di pilihan kedua. Second choice. Sebelum pengumuman sbmptn aku juga ikut utul ugm. Pwk still my first choice, but i failed again. Didn't pass even at the third choice. Lalu, ikut um undip, meski saat itu aku udah lulus sbmptn. Udah pasti pwk jadi pilihan pertamaku. But, as you guess, i failed AGAIN.
Perasaanku sempat campur aduk. Sebagai contoh, ketika aku tahu lulus di pilihan kedua sbmptn, i cried. I really did. Saat itu yang aku inginkan hanyalah lulus sbmptn, jangan sampai enggak lulus, karena pasti orangtuaku bakal kecewa kalo aku gagal lagi. Dan lulus di pilihan kedua was not that bad. Selama beberapa hari berikutnya aku masih terbawa euforia.
Perasaanku mulai ga karuan lagi sejak menjelang um undip. Jujur, saat itu aku mulai galau. Sepihak, aku masih memendam cita-cita kuliah di pwk undip, tapi di pihak lain aku udah daftar ulang di universitas hasil lulus sbm which meant udah keluar biaya yang cukup banyak. Aku sempat kepikiran, kalaupun aku lulus um ini, apakah ortu bakal ngizinin untuk ambil undip dan ninggalin universitas sekarang? Apalagi aku dan ortuku punya visi yang cukup beda. Pemikiran itu membuat aku jadi setengah hati mempersiapkan diri untuk um.
Tanggal 5 Agustus, 2 minggu setelah um, hari pengumuman, dan aku sedang di Medan. Yap, di hari itulah segala urusan administrasiku udah kelar, urusan kos beserta isi-isinya juga udah beres. Malamnya, saat aku hendak ngecek pengumuman, perasaanku jadi teraduk-aduk lagi. Lalu aku buka websitenya, masukin nomor ujian dan password. Dan, tada! I passed! Aku tersenyum lega. Tapi kemudian aku baca jurusan tempat aku lulus ; ilmu kelautan. Second choice again!! Senyum legaku berubah jadi cengiran pasrah. I wonder, was it really hard to get into my dream major? Atau apakah semesta emang enggak menakdirkan aku untuk masuk pwk, even when i wanted it so bad? Dan reaksi dari ortuku udah bisa tertebak, mereka enggak menganjurkanku untuk milih undip. Aku ngerti itu, apalagi ini cuma pilihan kedua.
Aku benar-benar belajar banyak dari proses ini. Aku akhirnya mengalami secara nyata tentang kuasa dan kehendak Tuhan. Bagaimana sebesar apapun keinginan manusia, kalo emang bukan itu jalan takdirnya, ga bakal terjadi juga. Kalo dipikirkan secara rasional, aku tahu alasan kenapa aku ga kunjung lulus di pwk. Pwk itu bukan jurusan rendahan, tapi udah banyak peminat. Dan aku ga pernah belajar dengan keras untuk mendapatkan itu. Konsekuensinya ya adalah aku enggak bisa tersaring. Mungkin kalian bakal ngasih saran untuk coba lagi tahun depan. Tapi bagiku itu sama sekali bukan pilihan. I really know my parents, and they won't let me try sbmptn again next year. Kalopun aku coba diam-diam, and then aku lulus, ortuku pasti ga bakal mau ngebiayain. So i have no chance. Jadi satu-satunya pilihan yang kupunya saat ini adalah fokus pada jurusanku sekarang.
Menyadari kenyataan bahwa aku akan belajar selama 4 tahun ke depan di jurusan yang bukan impianku, sering membuatku sedih. Meskipun mata kuliahnya menyenangkan (ya, i did observe about the subjects before, jadi aku engga benar-benar asal pilih), pemikiran tentang prospek kerja membuatku cemas. Menurut opini-opini alumni yang kubaca di internet, prospek kerja lulusan jurusan ini enggak begitu cemerlang. It pretty worried me. Tapi cemas ga akan mengubah hal, bukan? Aku udah dapat gambaran tentang masalah yang ada, jadi setidaknya aku udah tahu harus bersikap seperti apa sejak awal. Jadi yang bisa kulakukan adalah belajar yang giat, jadi graduate yang menonjol.
So, here I am, a student of Public Health Faculty in University of Sumatera Utara batch 2015. Aku enggak bisa terus-terusan menyesali masa lalu dan mengabaikan apa yang udah ada di hadapanku. No, i can't do that. I have to look forward and keep walking. Jadi aku mulai menyusun life plan, hal apa aja yang harus kulakukan selama masa perkuliahan ini dan hal apa aja yang ingin aku capai setelah lulus, in order to keep me in the right track.
And the good news is, salah satu life goal aku udah terealisasi :) Now I'm an AIESECer! Woohoo!! Aku udah tahu tentang aiesec sejak pertengahan SMA, sejak aku ngepoin Putri Indonesia 2015 ; Anindya. She is a former president of aiesec undip. Sejak saat itu aku bercita-cita untuk jadi aiesecer. Bukan karena Anin nya loh, tapi karena emang tertarik banget sama aiesec. And to be honest, salah satu hal yang menguatkanku untuk legowo pilih bertahan di USU adalah karena ada aiesec di usu. Jadi sebenarnya dulu alasanku ingin banget masuk undip selain karena pwk adalah karena ada aiesec. Tapi begitu aku tahu ada aiesec di usu, aku mulai ikhlas dan bersemangat (aku tahunya setelah udah dinyatakan lulus sbm, it was late, tapi inilah kejutannya). Aku udah ngelewatin seleksi cv dan interview (i was so nervous, it was my first time being interviewed!) and finally now i am a part of their family.
Cerita tentang aiesec dikit yah. Jadi aiesec di usu itu masih terbilang baru. Baru 2 tahun umurnya, jadi belum banyak juga pekerjaan yang udah dilakukan di sini, and of course rintangannya juga masih banyak bangettt. But i feel so blessed bisa gabung dengan aiesec usu, bertemu dengan kakak-kakak executive board yang baik dan friendly. Mereka terbuka dan enggak malu untuk sama-sama belajar dengan member baru. Terlebih untuk divisiku, ERBD. Sejujurnya erbd bukan pilihanku ketika mendaftar, tapi kakak-kakak EB merasa kalo aku cocoknya di sini. Tapi aku sama sekali enggak sedih ditempatkan di divisi yang bukan pilihanku, malahan aku merasa senang dan bersyukur, karena setelah kupahami ternyata tugas dari erbd menantang dan sebenarnya bakal kasih good impact ke kami sendiri. I do like challange! Hohoho.
Daannn, sekarang kami lagi dikejar deadline nih! Januari nanti ada Global Citizen project, project voluntary ke luar negeri. Target aiesec usu adalah mengirimkan 42 participant dan menampung 11 participant asing. Tugas erbd saat ini adalah mencari sekolah-sekolah yang bersedia menerima para exchange participants asing untuk mengajar di tempat mereka.
Jadi, balik ke inti curhatanku di post kali ini, aku mulai menata kehidupanku di USU. Aku akan memanfaatkan keadaan sebaik mungkin. Aku yakin Tuhan punya rencana indah dengan menempatkanku di tempatku sekarang ini. Aku punya motto baru : Do your best, and give the rest to God. Jadi apapun situasi yang kita hadapi, tetap berikanlah kemampuan terbaik kita, dan percayalah rencana Tuhan itu indah pada waktunya. Kalo enggak indah, berarti belum waktunya.
Anyway, sekarang aku punya blog baru. Di blog baruku ini aku akan menuliskan hal-hal yang lebih informatif. Tapi untuk urusan curhat-curhatan, pastinya aku bakal nulis di sini, yah meskipun sepertinya bakal jarang.
Sekianlah curahan hatiku saat ini. Aku merasa sedikit lebih lega bisa membaginya di sini. Bye :*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.